Hijrah Cinta Aisyah
Sore kelabu yang
ditemani rintikan-rintikan hujan. Berteman sepi dan suasana yang mendung.
Membuat ku terdiam sejenak memandang jernihnya air hujan yang membasahi
dedaunan disekitar ku. Terasa lama aku menikmati rintikan hujan ini. Tanpa
perkiraan hujanpun semakin menggenangi halaman-halaman di depan kampus ku.
Membuat jalanan penuh dengan air.
Aku sempat berfikir
seperti apa keindahan kisah kasih di kampus. Aroma cinta yang dirasakan
teman-teman sebaya ku. Ketika aku melihat sepasang kekasih yang tengah berjalan
berdampingan satu payung berdua lewat didepanku. Ya, so romantik. Begitulah
sebutan perumpamaan kisah cinta romeo dan juliet. Mereka Tertawa disaat hujan semakin deras dan mulai
membasahi baju mereka. Tak peduli betapa
banyak nya mata memandang. Basah
kuyupnya baju diguyur hujan. Sepertinya dunia menjadi milik mereka berdua.
Bahagia sekali bahkan sangat bahagia. Bak sepasang kekasih yang sedang dimabuk
cinta. Romatika cinta zaman now. Begitulah yang aku tau.
Puing-puing kenangan pun
menghampiri ku. Seakan mengungkit kisah lama yang dulu pernah ku utarakan. Ya
hujan ini hanya 1% air, 99% nya adalah kenangan. Kenangan dimasa lalu yang
sulit dilupakan. Yang terkadang meninggalkan bekas luka yang sulit disembuhkan.
Membutuhkan waktu yang sangat lama agar semuanya hilang.
Entahlah fikiranku mulai
memutar memori lama yang sudah sempat kubelakangkan. Namun segera ku pending
dan ku hentikan. Cukup ! kisah silam biarlah menjadi kenangan. Masa lalu
biarlah berlalu. Biarkan semuanya menjadi cerita yang tinggal dikisah silam
itu.
Sepasang kekasih tadi
masih belum lenyap dari pandangan ku. Sayup sayup aku mendengar gurauan mereka
di tengah rerintikan air hujan ini.
Lalu tiba-tiba aku
berfikir, aku ini bagaimana ? padahal diusia ku yang mulai menanjak kepala dua ini
aku seharusnya sudah menemukan sosok yang akan menjadi pendamping hidupku.
Namun aku malah memilih untuk hijrah. Sebuah keputusan yang aku ambil sejak 2
tahun yang lalu. Aku meninggalkan semua yang bisa mengganggu hijrah ku. Urusan
perasaan dan asmara sengaja ku tinggalkan dan ku lepaskan. Karna hanya ada 2
pilihan untuk itu. Halalkan atau tinggalkan ? dan aku memilih untuk
meninggalkan. Inilah keputusan ku.
Ya, begitulah aku. Aku
memutuskan untuk memperbaiki diri karena ALLAH. Berusaha untuk keluar dari
kisah masa lalu yang hampir sama seperti mereka pada umumnya. Kisah perjalanan
hijrah ku bukanlah sesuatu hal yang mudah. Hingga sampai saat ini aku masih
memantapkan diri untuk istiqomah. Masih banyak hal-hal yang harus aku perbaiki
dari diri ku. Dan inilah kisah hijrah ku...
Berawal dari sebuah
majlis ilmu yang aku ikuti sejak aku menapakkan kaki di kampus ini. Majlis ilmu
agama, berbaur islami. Aku mulai merasa
ada sesuatu yang mengganjal dalam hati ku. Menimbulkan pertanyaan-pertanyaan
yang sulit untuk aku olah di dalam fikiranku. Waktu itu aku masih sama seperti
teman2 yang lain,aku masih memiliki kedekatan dengan seorang ikhwan yang sangat
baik kepada ku. Hingga suatu hari ada sebuah pembahasan yang membuatku
termenung Yang diutarakan oleh kakak seniorku. Namanya kak maryam dia adalah
mahasiswi sama seperti ku. sosok yang selalu baik kepada ku. Cantik dan anggun
dengan jilbab panjangnya.
Hingga suatu ketika, Aku
mengajak kak Maryam untuk bertemu denganku secara 4 mata, tidak dalam majlis
ilmu. Tepat pada hari itu, aku bertemu di sebuah tempat yang memang biasanya kami melakukan
perkumpulan majlis ilmu disana. Ya, mesjid kampus ku .Aku menemui kak maryam
disana. Percakapan pun berlangsung..
“Assalamualaikum kak”
aku memulai dan menyapa kak Maryam dengan salam.
“Waalaikumussalam aca...
“ ujar kak Maryam dengan wajah yang sangat bahagia ketika melihatku.
Ya bagaimana tidak? Aku
adalah sosok yang suka bercanda, ceria dan terkesan lucu. Banyak teman-teman,
kakak-kakak bahkan guru-guru ku yang menyukai ku dulu waktu di bangku sekolah.
Dan bangku kuliah pun banyak juga yang menyukai sikap cerewetku itu..
syukurlah. Aisyah Zahra ya itulah nama lengkap ku. Aca merupakan panggilan
kesayangan orang-orang disekitarku.
“Ada apa ca? Tumben Aca
ngajak kakak ketemuan berdua saja.? ” ujar kak Maryam
“ gak ada apa-apa kak,
hanya saja Aca mau sedikit cerita sama kakak” ujar ku.
“okey.. silakan
bercerita tuan putri, ada apa gerangan denga tuan putri ?” kak Maryam pun mulai
bercanda karena melihat wajah ku yang kian memerah.
“ kak, Aca... Aca mau
cerita..” demikian tutur ku terbata-bata..
“iya adik kakak.. cerita
apa? Cerita lah.. kak siap menjadi pendengar yang setia”
Dengan rasa malu, akupun
memberanikan diri untuk berterus terang.
“sebenarnya, saat ini Aca... pacaran kak “
“haah... Aca pacaran ? “ kak Maryam sedikit kaget dan
kemudian berusaha untuk biasa saja karena melihat aku yang tertunduk malu
dengan wajah yang sepertinya sudah mendung dan hampir menurunkan hujan.
Tentu kak Maryam kaget, karena sejak kak Maryam mengenal
ku, Aku belum pernah cerita. Dan kak Maryam pun menilai ku jauh dari pacaran.
Tetapi kenyataannya aku tak sebaik yang kak Maryam fikirkan.
Aku pun dengan penuh penyesalan menjawab..
“ya kak, maafkan Aca kak, karena sebelumnya Aca belum
cerita sama kakak. Tetapi sebenarnya Aca
ingin hijrah kak, Aca gak mau pacaran lagi.. Aca takut dosa kak.. “ aku pun
mulai menangis saat menceritakan kondisi ku saat ini. Dan akhirnya mendungpun
mendatangkan hujan lebat berpotensi petir dan kilat yang menyambar-nyambar. Aku
terjebak dalam cinta yang salah, aku sempat memberikan hati ku pada nya. Bahkan
aku sudah mulai menyayanginya.. entahlah, perasaan yang sulit untuk aku
ungkapkan saat itu.
“ya tidak apa-apa sayang, yang penting kan Aca sudah
terus terang sama kakak. Untuk sekarang, kak mohon tinggalkan cinta yang salah.
Karena itu hanya akan menimbulkan dosa.” Kak Maryam memberikan solusi dari
masalahku..
“iya kak, Aca akan meninggalkan. Aca janji sama kakak.
tetapi kak, Aca punya banyak masa lalu tentang cinta yang salah.Apakah Allah
mau menerima Hijrah aca? ” keluhku kepada kak Maryam.
“ ..Aca.. adikku tersayang, tidak ada orang yang tidak
punya masa lalu. Semua orang pasti punya masalalu kan? Dan kita tidak perlu
menyesali masa lalu, dan tak perlu pula mengkawatirkan masa depan. Allah itu maha pengasih dan penyayang sayang.
Jadi jangan pernah ragu dengan ketentuan Allah. Jika Aca ingin berubah,
berubahlah karena Allah. Dengan niat yang ikhlas bukan karena niat yang
macam-macam. Insyaallah Allah akan mempermudah niat baik Aca.. “ ujar kak Maryam
Aku sempat terdiam, dan merenung sejenak. Berfikir bahwa
bodoh nya aku telah terjerumus dalam dosa dunia yang membuat ku hampir lama
berdiam dalam dosa itu.
“ iya kak.. Aca memang benar-benar ingin berubah. Aca mau
hijrah kak.. Aca ingin menjadi muslimah yang anggun dengan sifat malunya..
insyaallah.. terimakasih nasihat nya kak ” demikian ucapku.
“percayalah Aca, Allah akan mempermudah langkah mu menuju
hijrah.. dan Allah akan membantu mu untuk mewujudkan niat baikmu itu.. aamiin “
“aamiin kak, makasih kak. O iya kak.. ternyata aca ada
liqoq dengan teman2 seorganiasai. Aca pamit dlu ya kak.. gak pa-pa kan aca duluan kak?
assalamualaikum”
“gak pa pa sayang.. semangat ya,, Waalaikumussalam ..”
aku pun mengakhiri percakapan itu dan pergi meninggalkan
kak Maryam di mesjid kampus yang sering aku kunjungi. Tempat ternyaman yang
sangat aku senangi.~~~
Siang yang ditemani dengan rintikan hujan pun berlalu.
Kilauan cahaya bintang dilangit malam pun mulai menerangi pekatnya kegelapan
malam. Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa sudah 2 minggu berlalu dari
cerita ku kepada kak Maryam. Aku memutuskan untuk berdiam di kamar ku. Dengan
menghempaskan tubuh kecil ku di tempat tidur kesayanganku yang di dampingi
boneka doraemon, akupun terfikirkan sesuatu. ingin rasanya aku meminta pintu
kemana saja ke doraemon. agar bisa keluar dari kenyataan. Tapi sayangnya, semua
hanya ada di dalam movie. waktu sudah berlalu, dan tidak bisa diulang kembali.
Aku menghela nafas panjang. Penyesalan yang sangat menyayat hati, namun percuma
saja semuanya pun sudah terjadi. Yang terpenting sekarang memperbaiki diri.
tekad ku dalam hati. lalu ku ambil hanpone ku dan memutar sebuah lagu
kesukaanku..
Hijrah cinta ku menguatkan alasanku ..
Untuk menjadi manusia lebih baik..
Namun saat sinarnya datang..
Menjemputku, manamungkin aku berlari...
Aku harus meninggalkan semua cinta ini..
Dan bila anti bertemu dia.. Kumohonkan,..
Kembalikanlah kami..
Satukan lah lagi..
Disurgamu ya Allah..
.......
Senandung lagu hijrah cinta yang di nyanyikan oleh
penyanyi ternama. Membuat ku larut dalam heningnya suasana malam. Aku memandang
di langit sana. Ada berjejeran kelap klip bintang diangkasa. Dan terangnya
cahaya rembulan yang penuh pesona.
Aku teringat janji ku dengan kak maryam 2 minggu yang
lalu, yang sampai saat ini belum ku tunaikan. Sejak 2 minggu itu, aku memulai memperbaiki
diri dan memohon ampun kepada Allah. Berusaha untuk menjadi lebih baik.
Berusaha untuk menjadi sosok muslimah yang luar biasa seperti kak Maryam. Sholat istiqarah pun aku lakukan, karena aku
meminta petunjuk kepada Allah Agar mamantapkan hatiku terhadap pilihan yang
terbaik untuk ku diatas Ridho-Nya.
Pada malam ini setelah sholat isya, aku berniat untuk
meninggalkan dan melepaskan cinta yang salah. Seperti niat ku sejak dulu, Entah kenapa aku begitu semangat ...
Ku ambil hanpone ku, lalu ku cari sosok nama yang dulunya
sangat ku spesialkan. Bahkan nada deringnya pun berbeda dengan yang lain.
Tombol hijaupun mulai memanggil dan berdering..
“tooot..tooot...tooot...”
“hallo, assalamualaikum..” terdengar suara lembut
sembarai mengucap salam.
“waalaikumussalam..” rintih ku
“tumben nelpon? Ada apa aisyah” tanya nya kepadaku
Karena memang jarang-jarang aku menelpon, biasa nya kami
berbicara hanya lewat whats up saja.
“ Akbar, ada yang ingin aisyah omongin.. “ ucapku
kepadanya tanpa basa basi seperti biasanya.
Yap, Akbar itulah namanya, laki-laki misterius yang
tiba-tiba datang dalam kehidupannku dengan segala pengertiannya. Dia sangat
mencintai ku bahkan sejak aku menduduki bangku sekolah menengah pertama. Namun
di bangku SMA lah aku dan akbar mulai dekat hinggal saat ini.. namun.........
“iya.. kenapa Aisya ?” Akbar pun bertanya dengan
sopannya..
Seperti biasa, dia selalu sopan kepada ku, selalu ngomong
lembut kepada ku. Seperti menjadikan ku sosok yang sangat berarti dalam
hidupnya.
“tetapi Akbar jangan marah ya..” aku pun malah ngomong
gini.
(waduh berbahaya ini, jika aku mulai tidak sanggup
mengatakannya, bisa-bisa rencana ku gagal ini. Demikian perkataan ku dalam
hati)
“iyaa.. Aisyah, ngomong aja.. kenapa ..?” ujar akbar
“ Aisyah pengen kita udahan aja ya...” akhirnya aku
memberanikan diri untuk langsung ketopik inti
“ haaa.. bukan kah kita dari dulunya baik-baik aja syah..
lah, kok kenapa jadi seperti iniii..?” tanya Akbar kepada ku
“ memang dari dulu kita baik-baik aja, Akbar pun gak ada
salah.. ini keputusan Aisyah. Aisyah harap Akbar dapat menerima “ sanggah ku
“tetapi kenapa Aisya? Kenapa ? Akbar sayang bangat sama
Aisyah..” ujar Akbar
“Aisyah tau Akbar sayang sama Aisyah, tetapi cara kita
ini salah..”
“ tapi kan kita tidak melakukan maksiat Aisyah? “ tanya Akbar
kepada ku
“ lalu menurut Akbar, kita ini apa ? “ ku tanya balik
kepadnya
Hanya terdengar suara jam didinding. Suasana hening, sepi
senyap sejenak. hanya suara-suara jangkrik yang bersautan dan mungkin sedang
mendengarkan percakapan ini.
Lalu aku kembali bertanya..” lalu kita ini apa Akbar ?
pacaran itu apa ? ujar ku kembali memecahkan keheningan ini
“ kita kan pacarannya islami Aisyah..” hanya itu jawaban
Akbar dari pertanyaan ku
“ Akbar.......... tidak
ada pacaran yang islami .. kecuali
setelah menikah.. Aisyah ingin hijrah.. Please Akbar, jangan buat Aisyah
berdosa, jika Akbar benar sayangkan Aisyah, Akbar pasti mendukung niat baik Aisyah.“
demikian ujar ku kepadanya
Akbar pun diam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari
mulut Akbar.keheningan malam itu seakan menyaksikan perdebatan ku dan Akbar.
Keheningan pun berlalu setelah 5 menit diam terpaku.
“Aisyah, jika itu keputusan Aisyah, baiklah.. Akbar
mengerti.. silakan lanjutkan niat baik Aisyah. Jikalau pun kita jodoh, semoga
kita sudah dalam memperbaiki diri masing-masing” Ujar Akbar.
Awalnya Akbar yang bersikeras mempertahankan cinta salah
ini, akhirnya ia pun luluh dengan perkataan hijrahku. Meskipun Akbar diam untuk
mempertimbangkannya.
Aku tersenyum rasanya aku sangat bahagia karena pada
akhirnya aku bisa mengakhiri kisah salah ini.
“alhamdulillah, Aisyaah minta maaf, Aisyah hanya tidak
ingin berdosa lebih lama lagi..”
“iya Aisyah. Akbar mengerti.....”
“ kita sama-sama memperbaiki diri, jika allah berkenan
kita akan dipersatukan” ucapku
“ ya Aisyah, Akbar percaya dengan ketetapan Allah,
dimanapun kita jika Allah mengkehendaki kita akan dipersatukannya. Insyaallah “
jawab Akbar
“insyaallah, Aisyah tutup teleponnya. assalamualaikum Akbar...
“waalaikumussalam Aisyah...
Toot.. tooot... toot...
Telepon pun berhenti, semuanya sudah berakhir. Aku merasa
sangat legah akhirnya aku bebas dari cinta yang salah ini..
Alhamdulillah ya allah, mohon ampun ku kepada mu, untuk
segala dosa yang pernah ku lakukan. Terimakasih untuk hidayah mu, dan berilah
aku petunjuk untuk menggapai Ridho-Mu. Demikian lirihku dalam hati setelah
telepon itu terhenti.~~~~~~
Hari demi hari terus berlalu, tahun demi tahun telah
berganti. Aku sibuk dengan urusan ku dan Akbar pun sibuk dengan urusannya. Tak
ada kabar lagi, tak pernah saling komunikasi lagi. Bahkan lost kontak antara
aku dengan Akbar.
Waktu memang begitu cepat berlalu, tak terasa kuliah ku
pun selesai statusku sebagai seorang mahasiswi pun sudah berakhir. Aku sekarang
sudah seorang sarjana. Aku telah meraih toga itu. Alhamdulillah..
Entah kenapa, aku jadi ingat Sosok lama yang pernah
mampir dihidup ku sebelum ku memutuskan hijrah dulu. Apa kabar dia ? pertanyaan
ku dalam hati.
Ah sudah lah, itu hanya kisah lama bagi ku. Tak perlu
diingat tak perlu dikenang. Tutur ku dalam hati.
Minggu demi minggu telah berlalu. Profesi sebagai
seoarang guru pun mulai kulakoni. Hingga Tepat suatu hari ketika ku sedang
menikmati suasana keluarga dirumahku. Aku
kedatangan seorang tamu.
“Assalamualaikum ...” ucap seorang tamu dari luar rumah
ku.
“waalaikumussalam..” ibu ku pun membukakan pintu dan
mempersilakan orang tersebut masuk.
Setelah dipersilakan duduk, dengan berbagai kata-kata
pembukaan, perkenalan dan basa-basi terlebih dahulu, ikhwan tersebut baru
menyampaikan maksud kedatangannya.
“begini pak, bolehkah saya mengenal anak bapak lebih jauh
? karena saya ingin melamar anak bapak.. “ ucapnya
Aku yang sedari tadi sibuk dengan buku bacaan ku tersentak
mendengar maksud dari ikhwan tersebut. Aku belum melihat wajahnya. Aku belum
tau siapa orangnya. Aku tidak kenal dengannya. Kenapa pula dia datang secara
tiba-tiba. Aku pun terheran.
“Nak Akbar ingin melamar putri saya ?..” tanya ayah ku
kepadanya
“iya pak.. dengan izin Allah...” jawabnya
Akbar? Siapa Akbar ? jantungku pun mulai berdetak, seakan
kencang memompa darah keotakku untuk bisa memngingat memori lama perihal nama
tersebut. Ayah belum memanggil ku, oleh sebab itu aku tak memberanikan diri untuk
duduk di kursi tamu bersama mereka.
Pertayaan demi pertanyaan mulai mengelabuhi ku. Menuntut
jawaban dari semua pertanyaan itu. Aku terpaku seakan jam dinding memandangi
ku. Memberikan isyarat bahwa aku tak boleh se rapuh itu. Hatiku seakan berkata
bahwa inilah jawaban dari doa-doa ku selama ini.
Tak lama setelah itu......
“aisyah... aisyah... kesini sebentar nak..” ayah
memanggilku
“baik yah..” jawabku
Aku pun duduk disamping ibu, dan dengan polosnya ku
tundukkan pandanganku. Hingga beberapa menit setelah itu,ku tengadahkan wajahku
dan perlahan melirik sosok ikhwan yang berada didepan ku. Dia pun tersenyum
kepadaku. Seakan memberi isyarat, aku datang menunaikan janji ku untuk kembali
kepadamu. Haru bercampur bahagia ketika mengetahui kenyataan saat itu. Moment yang
selama ini aku tunggu-tunggu. Sosok yang selama ini aku nanti, bertahun tahun
ku sembunyikan rasa. Bertahun-tahun aku berusaha untuk melupakannya. Ya,
ternyata dia adalah Akbar, Akbar yang dulu pernah singgah di hidupku. Dan
kutinggalkan cinta salah itu. Lalu memperbaiki diri dan menjalani hari-hari
tanpa adanya cinta yang salah. Jodoh itu memang tidak kemana....
Hingga pada hari inii........
“Aisyah, nak... kok malah bengong?” ujar ibu kepada ku...
“iya bu, gak pa bu...”
“begini aisyah, nak akbar ini bermaksud untuk mengkhitbah
aisyah.. bagaimana menurut mu nak ? apakah aisyah bersedia?” ujar ibu
kepadaku..
Aku terdiam, terpaku, terpana dan ter ter lainnya. Tak
mampu ku ungkapkan lewat kata-kata rasanya. Aku gak tau harus berbicara apa.
Tidak ada kata yang mampu ku ungkapkan saat itu selain sebuah anggukan. Dengan
wajah haru bercampur bahagia aku mengangguk memberikan isyarat kepada ayah dan
ibu sekaligus Akbar bahwa aku bersedia.
“Alhamdulillaah.......” ujar ayah
Ibu pun memeluk ku, Ayah pun tersenyum bahagia. Karena
ayah memang sudah mengenal Akbar sedari dulu. Menurut ayah Akbar adalah sosok
ikhwan yang baik untuk menjadi imamku. Bahkan tanpa ku sadari ternyata ayah dan
Akbar sering mengikuti pengajian yang sama. Aku terharu hingga meneteskan air
mata bahagia.
Hingga pada hari berbahagia itu, dia menjabat tangan ayah
ku, dan dengan seperangkat alat sholat serta lantunan surah Ar-Rahman
lengkaplah separuh agama ku. Aku menjadi makmumnya dan dia menjadi imamku.
Subhanallah suatu kejutan yang sangat membuat ku terharu dan meneteskan air
mata kebahagiaan. Allah tak pernah sia-siakan doa setiap hambanya. Meski sempat
berkeluh kesah akan lika-likunya ujian hidup dalam hijrah cintaku. Pada
akhirnya semua terlalui, Allah tetap mengijabah segala doaku. Aku mencintai mu imamku.
Sosok ikhwan yang luarbiasa dlam hidupku. ~~~
Kisah cinta yang
dulu sempat terhenti, dengan perjalan hijrah yang lika-liku itu, akhirnya di
pertemukan di hari yang luar biasa mengharukan. 3 tahun berlalu, kisah hijrah Aisyah.
Aisyah pun dipertemukan dengan sosok ikhwan yang luarbiasa. Datang kerumah nya
dan langsung mengkhitbah Aisyah. Dengan haru bercampur bahagia, aisyah
menerimanya. Bersedia menjadi pendampingnya. Bukan lagi terjebak dalam kisah
cinta yang salah. Akbar, ya dialah ikhwan itu. Ikhwan yang diam2 hijrah, dan
datang dengan niat baiknya, setelah 3 tahun berlalu. Hijrah aisyah dan Akbar
akhirnya mempertemukannya dalam kisah yang luarbiasa. ~~~~~
No comments:
Post a Comment