Sunday, January 26, 2020

Hijrah Cinta Aisyah
Sore kelabu yang ditemani rintikan-rintikan hujan. Berteman sepi dan suasana yang mendung. Membuat ku terdiam sejenak memandang jernihnya air hujan yang membasahi dedaunan disekitar ku. Terasa lama aku menikmati rintikan hujan ini. Tanpa perkiraan hujanpun semakin menggenangi halaman-halaman di depan kampus ku. Membuat jalanan penuh dengan air.
Aku sempat berfikir seperti apa keindahan kisah kasih di kampus. Aroma cinta yang dirasakan teman-teman sebaya ku. Ketika aku melihat sepasang kekasih yang tengah berjalan berdampingan satu payung berdua lewat didepanku. Ya, so romantik. Begitulah sebutan perumpamaan kisah cinta romeo dan juliet. Mereka  Tertawa disaat hujan semakin deras dan mulai membasahi baju mereka.  Tak peduli betapa banyak nya mata memandang.  Basah kuyupnya baju diguyur hujan. Sepertinya dunia menjadi milik mereka berdua. Bahagia sekali bahkan sangat bahagia. Bak sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Romatika cinta zaman now. Begitulah yang aku tau.
Puing-puing kenangan pun menghampiri ku. Seakan mengungkit kisah lama yang dulu pernah ku utarakan. Ya hujan ini hanya 1% air, 99% nya adalah kenangan. Kenangan dimasa lalu yang sulit dilupakan. Yang terkadang meninggalkan bekas luka yang sulit disembuhkan. Membutuhkan waktu yang sangat lama agar semuanya hilang.
Entahlah fikiranku mulai memutar memori lama yang sudah sempat kubelakangkan. Namun segera ku pending dan ku hentikan. Cukup ! kisah silam biarlah menjadi kenangan. Masa lalu biarlah berlalu. Biarkan semuanya menjadi cerita yang tinggal dikisah silam itu.
Sepasang kekasih tadi masih belum lenyap dari pandangan ku. Sayup sayup aku mendengar gurauan mereka di tengah rerintikan air hujan ini.
Lalu tiba-tiba aku berfikir, aku ini bagaimana ? padahal diusia ku yang mulai menanjak kepala dua ini aku seharusnya sudah menemukan sosok yang akan menjadi pendamping hidupku. Namun aku malah memilih untuk hijrah. Sebuah keputusan yang aku ambil sejak 2 tahun yang lalu. Aku meninggalkan semua yang bisa mengganggu hijrah ku. Urusan perasaan dan asmara sengaja ku tinggalkan dan ku lepaskan. Karna hanya ada 2 pilihan untuk itu. Halalkan atau tinggalkan ? dan aku memilih untuk meninggalkan. Inilah keputusan ku.
Ya, begitulah aku. Aku memutuskan untuk memperbaiki diri karena ALLAH. Berusaha untuk keluar dari kisah masa lalu yang hampir sama seperti mereka pada umumnya. Kisah perjalanan hijrah ku bukanlah sesuatu hal yang mudah. Hingga sampai saat ini aku masih memantapkan diri untuk istiqomah. Masih banyak hal-hal yang harus aku perbaiki dari diri ku. Dan inilah kisah hijrah ku...
Berawal dari sebuah majlis ilmu yang aku ikuti sejak aku menapakkan kaki di kampus ini. Majlis ilmu agama, berbaur islami. Aku  mulai merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam hati ku. Menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk aku olah di dalam fikiranku. Waktu itu aku masih sama seperti teman2 yang lain,aku masih memiliki kedekatan dengan seorang ikhwan yang sangat baik kepada ku. Hingga suatu hari ada sebuah pembahasan yang membuatku termenung Yang diutarakan oleh kakak seniorku. Namanya kak maryam dia adalah mahasiswi sama seperti ku. sosok yang selalu baik kepada ku. Cantik dan anggun dengan jilbab panjangnya.
Hingga suatu ketika, Aku mengajak kak Maryam untuk bertemu denganku secara 4 mata, tidak dalam majlis ilmu. Tepat pada hari itu, aku bertemu di sebuah tempat  yang memang biasanya kami melakukan perkumpulan majlis ilmu disana. Ya, mesjid kampus ku .Aku menemui kak maryam disana. Percakapan pun berlangsung..
“Assalamualaikum kak” aku memulai dan menyapa kak Maryam dengan salam.
“Waalaikumussalam aca... “ ujar kak Maryam dengan wajah yang sangat bahagia ketika melihatku.
Ya bagaimana tidak? Aku adalah sosok yang suka bercanda, ceria dan terkesan lucu. Banyak teman-teman, kakak-kakak bahkan guru-guru ku yang menyukai ku dulu waktu di bangku sekolah. Dan bangku kuliah pun banyak juga yang menyukai sikap cerewetku itu.. syukurlah. Aisyah Zahra ya itulah nama lengkap ku. Aca merupakan panggilan kesayangan orang-orang disekitarku.
“Ada apa ca? Tumben Aca ngajak kakak ketemuan berdua saja.? ” ujar kak Maryam
“ gak ada apa-apa kak, hanya saja Aca mau sedikit cerita sama kakak” ujar ku.
“okey.. silakan bercerita tuan putri, ada apa gerangan denga tuan putri ?” kak Maryam pun mulai bercanda karena melihat wajah ku yang kian memerah.
“ kak, Aca... Aca mau cerita..” demikian tutur ku terbata-bata..
“iya adik kakak.. cerita apa? Cerita lah.. kak siap menjadi pendengar yang setia”
Dengan rasa malu, akupun memberanikan diri untuk berterus terang.
“sebenarnya, saat ini Aca... pacaran kak “
“haah... Aca pacaran ? “ kak Maryam sedikit kaget dan kemudian berusaha untuk biasa saja karena melihat aku yang tertunduk malu dengan wajah yang sepertinya sudah mendung dan hampir menurunkan hujan.
Tentu kak Maryam kaget, karena sejak kak Maryam mengenal ku, Aku belum pernah cerita. Dan kak Maryam pun menilai ku jauh dari pacaran. Tetapi kenyataannya aku tak sebaik yang kak Maryam fikirkan.
Aku pun dengan penuh penyesalan menjawab..
“ya kak, maafkan Aca kak, karena sebelumnya Aca belum cerita sama kakak. Tetapi  sebenarnya Aca ingin hijrah kak, Aca gak mau pacaran lagi.. Aca takut dosa kak.. “ aku pun mulai menangis saat menceritakan kondisi ku saat ini. Dan akhirnya mendungpun mendatangkan hujan lebat berpotensi petir dan kilat yang menyambar-nyambar. Aku terjebak dalam cinta yang salah, aku sempat memberikan hati ku pada nya. Bahkan aku sudah mulai menyayanginya.. entahlah, perasaan yang sulit untuk aku ungkapkan saat itu.
“ya tidak apa-apa sayang, yang penting kan Aca sudah terus terang sama kakak. Untuk sekarang, kak mohon tinggalkan cinta yang salah. Karena itu hanya akan menimbulkan dosa.” Kak Maryam memberikan solusi dari masalahku..
“iya kak, Aca akan meninggalkan. Aca janji sama kakak. tetapi kak, Aca punya banyak masa lalu tentang cinta yang salah.Apakah Allah mau menerima Hijrah aca? ” keluhku kepada kak Maryam.
“ ..Aca.. adikku tersayang, tidak ada orang yang tidak punya masa lalu. Semua orang pasti punya masalalu kan? Dan kita tidak perlu menyesali masa lalu, dan tak perlu pula mengkawatirkan masa depan.  Allah itu maha pengasih dan penyayang sayang. Jadi jangan pernah ragu dengan ketentuan Allah. Jika Aca ingin berubah, berubahlah karena Allah. Dengan niat yang ikhlas bukan karena niat yang macam-macam. Insyaallah Allah akan mempermudah niat baik Aca.. “ ujar kak Maryam
Aku sempat terdiam, dan merenung sejenak. Berfikir bahwa bodoh nya aku telah terjerumus dalam dosa dunia yang membuat ku hampir lama berdiam dalam dosa itu.
“ iya kak.. Aca memang benar-benar ingin berubah. Aca mau hijrah kak.. Aca ingin menjadi muslimah yang anggun dengan sifat malunya.. insyaallah.. terimakasih nasihat nya kak ” demikian ucapku.
“percayalah Aca, Allah akan mempermudah langkah mu menuju hijrah.. dan Allah akan membantu mu untuk mewujudkan niat baikmu itu.. aamiin “
“aamiin kak, makasih kak. O iya kak.. ternyata aca ada liqoq dengan teman2 seorganiasai. Aca pamit dlu ya  kak.. gak pa-pa kan aca duluan kak? assalamualaikum”
“gak pa pa sayang.. semangat ya,, Waalaikumussalam ..”
aku pun mengakhiri percakapan itu dan pergi meninggalkan kak Maryam di mesjid kampus yang sering aku kunjungi. Tempat ternyaman yang sangat aku senangi.~~~
Siang yang ditemani dengan rintikan hujan pun berlalu. Kilauan cahaya bintang dilangit malam pun mulai menerangi pekatnya kegelapan malam. Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa sudah 2 minggu berlalu dari cerita ku kepada kak Maryam. Aku memutuskan untuk berdiam di kamar ku. Dengan menghempaskan tubuh kecil ku di tempat tidur kesayanganku yang di dampingi boneka doraemon, akupun terfikirkan sesuatu. ingin rasanya aku meminta pintu kemana saja ke doraemon. agar bisa keluar dari kenyataan. Tapi sayangnya, semua hanya ada di dalam movie. waktu sudah berlalu, dan tidak bisa diulang kembali. Aku menghela nafas panjang. Penyesalan yang sangat menyayat hati, namun percuma saja semuanya pun sudah terjadi. Yang terpenting sekarang memperbaiki diri. tekad ku dalam hati. lalu ku ambil hanpone ku dan memutar sebuah lagu kesukaanku..
Hijrah cinta ku menguatkan alasanku ..
Untuk menjadi manusia lebih baik..
Namun saat sinarnya datang..
Menjemputku, manamungkin aku berlari...
Aku harus meninggalkan semua cinta ini..
Dan bila anti bertemu dia.. Kumohonkan,..
Kembalikanlah kami..  Satukan lah lagi..
Disurgamu ya Allah..
.......
Senandung lagu hijrah cinta yang di nyanyikan oleh penyanyi ternama. Membuat ku larut dalam heningnya suasana malam. Aku memandang di langit sana. Ada berjejeran kelap klip bintang diangkasa. Dan terangnya cahaya rembulan yang penuh pesona.
Aku teringat janji ku dengan kak maryam 2 minggu yang lalu, yang sampai saat ini belum ku tunaikan. Sejak 2 minggu itu, aku memulai memperbaiki diri dan memohon ampun kepada Allah. Berusaha untuk menjadi lebih baik. Berusaha untuk menjadi sosok muslimah yang luar biasa seperti kak Maryam.  Sholat istiqarah pun aku lakukan, karena aku meminta petunjuk kepada Allah Agar mamantapkan hatiku terhadap pilihan yang terbaik untuk ku diatas Ridho-Nya.
Pada malam ini setelah sholat isya, aku berniat untuk meninggalkan dan melepaskan cinta yang salah. Seperti niat ku sejak dulu,  Entah kenapa aku begitu semangat ...
Ku ambil hanpone ku, lalu ku cari sosok nama yang dulunya sangat ku spesialkan. Bahkan nada deringnya pun berbeda dengan yang lain. Tombol hijaupun mulai memanggil dan berdering..
“tooot..tooot...tooot...”
“hallo, assalamualaikum..” terdengar suara lembut sembarai mengucap salam.
“waalaikumussalam..” rintih ku
“tumben nelpon? Ada apa aisyah” tanya nya kepadaku
Karena memang jarang-jarang aku menelpon, biasa nya kami berbicara hanya lewat whats up saja.
“ Akbar, ada yang ingin aisyah omongin.. “ ucapku kepadanya tanpa basa basi seperti biasanya.
Yap, Akbar itulah namanya, laki-laki misterius yang tiba-tiba datang dalam kehidupannku dengan segala pengertiannya. Dia sangat mencintai ku bahkan sejak aku menduduki bangku sekolah menengah pertama. Namun di bangku SMA lah aku dan akbar mulai dekat hinggal saat ini.. namun.........
“iya.. kenapa Aisya ?” Akbar pun bertanya dengan sopannya..
Seperti biasa, dia selalu sopan kepada ku, selalu ngomong lembut kepada ku. Seperti menjadikan ku sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.
“tetapi Akbar jangan marah ya..” aku pun malah ngomong gini.
(waduh berbahaya ini, jika aku mulai tidak sanggup mengatakannya, bisa-bisa rencana ku gagal ini. Demikian perkataan ku dalam hati)
“iyaa.. Aisyah, ngomong aja.. kenapa ..?” ujar akbar
“ Aisyah pengen kita udahan aja ya...” akhirnya aku memberanikan diri untuk langsung ketopik inti
“ haaa.. bukan kah kita dari dulunya baik-baik aja syah.. lah, kok kenapa jadi seperti iniii..?” tanya Akbar kepada ku
“ memang dari dulu kita baik-baik aja, Akbar pun gak ada salah.. ini keputusan Aisyah. Aisyah harap Akbar dapat menerima “ sanggah ku
“tetapi kenapa Aisya? Kenapa ? Akbar sayang bangat sama Aisyah..” ujar Akbar
“Aisyah tau Akbar sayang sama Aisyah, tetapi cara kita ini salah..”
“ tapi kan kita tidak melakukan maksiat Aisyah? “ tanya Akbar kepada ku
“ lalu menurut Akbar, kita ini apa ? “ ku tanya balik kepadnya
Hanya terdengar suara jam didinding. Suasana hening, sepi senyap sejenak. hanya suara-suara jangkrik yang bersautan dan mungkin sedang mendengarkan percakapan ini.
Lalu aku kembali bertanya..” lalu kita ini apa Akbar ? pacaran itu apa ? ujar ku kembali memecahkan keheningan ini
“ kita kan pacarannya islami Aisyah..” hanya itu jawaban Akbar dari pertanyaan ku
“ Akbar..........  tidak ada pacaran yang  islami .. kecuali setelah menikah.. Aisyah ingin hijrah.. Please Akbar, jangan buat Aisyah berdosa, jika Akbar benar sayangkan Aisyah, Akbar pasti mendukung niat baik Aisyah.“ demikian ujar ku kepadanya
Akbar pun diam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Akbar.keheningan malam itu seakan menyaksikan perdebatan ku dan Akbar.
Keheningan pun berlalu setelah 5 menit diam terpaku.
“Aisyah, jika itu keputusan Aisyah, baiklah.. Akbar mengerti.. silakan lanjutkan niat baik Aisyah. Jikalau pun kita jodoh, semoga kita sudah dalam memperbaiki diri masing-masing” Ujar Akbar.
Awalnya Akbar yang bersikeras mempertahankan cinta salah ini, akhirnya ia pun luluh dengan perkataan hijrahku. Meskipun Akbar diam untuk mempertimbangkannya.
Aku tersenyum rasanya aku sangat bahagia karena pada akhirnya aku bisa mengakhiri kisah salah ini.
“alhamdulillah, Aisyaah minta maaf, Aisyah hanya tidak ingin berdosa lebih lama lagi..”
“iya Aisyah. Akbar mengerti.....”
“ kita sama-sama memperbaiki diri, jika allah berkenan kita akan dipersatukan” ucapku
“ ya Aisyah, Akbar percaya dengan ketetapan Allah, dimanapun kita jika Allah mengkehendaki kita akan dipersatukannya. Insyaallah “ jawab Akbar
“insyaallah, Aisyah tutup teleponnya. assalamualaikum Akbar...
“waalaikumussalam Aisyah...
Toot.. tooot... toot...
Telepon pun berhenti, semuanya sudah berakhir. Aku merasa sangat legah akhirnya aku bebas dari cinta yang salah ini..
Alhamdulillah ya allah, mohon ampun ku kepada mu, untuk segala dosa yang pernah ku lakukan. Terimakasih untuk hidayah mu, dan berilah aku petunjuk untuk menggapai Ridho-Mu. Demikian lirihku dalam hati setelah telepon itu terhenti.~~~~~~
Hari demi hari terus berlalu, tahun demi tahun telah berganti. Aku sibuk dengan urusan ku dan Akbar pun sibuk dengan urusannya. Tak ada kabar lagi, tak pernah saling komunikasi lagi. Bahkan lost kontak antara aku dengan Akbar.
Waktu memang begitu cepat berlalu, tak terasa kuliah ku pun selesai statusku sebagai seorang mahasiswi pun sudah berakhir. Aku sekarang sudah seorang sarjana. Aku telah meraih toga itu. Alhamdulillah..
Entah kenapa, aku jadi ingat Sosok lama yang pernah mampir dihidup ku sebelum ku memutuskan hijrah dulu. Apa kabar dia ? pertanyaan ku dalam hati.
Ah sudah lah, itu hanya kisah lama bagi ku. Tak perlu diingat tak perlu dikenang. Tutur ku dalam hati.
Minggu demi minggu telah berlalu. Profesi sebagai seoarang guru pun mulai kulakoni. Hingga Tepat suatu hari ketika ku sedang menikmati suasana keluarga dirumahku. Aku  kedatangan seorang tamu.
“Assalamualaikum ...” ucap seorang tamu dari luar rumah ku.
“waalaikumussalam..” ibu ku pun membukakan pintu dan mempersilakan orang tersebut masuk.
Setelah dipersilakan duduk, dengan berbagai kata-kata pembukaan, perkenalan dan basa-basi terlebih dahulu, ikhwan tersebut baru menyampaikan maksud kedatangannya.
“begini pak, bolehkah saya mengenal anak bapak lebih jauh ? karena saya ingin melamar anak bapak.. “ ucapnya
Aku yang sedari tadi sibuk dengan buku bacaan ku tersentak mendengar maksud dari ikhwan tersebut. Aku belum melihat wajahnya. Aku belum tau siapa orangnya. Aku tidak kenal dengannya. Kenapa pula dia datang secara tiba-tiba. Aku pun terheran.
“Nak Akbar ingin melamar putri saya ?..” tanya ayah ku kepadanya
“iya pak.. dengan izin Allah...” jawabnya
Akbar? Siapa Akbar ? jantungku pun mulai berdetak, seakan kencang memompa darah keotakku untuk bisa memngingat memori lama perihal nama tersebut. Ayah belum memanggil ku, oleh sebab itu aku tak memberanikan diri untuk duduk di kursi tamu bersama mereka.
Pertayaan demi pertanyaan mulai mengelabuhi ku. Menuntut jawaban dari semua pertanyaan itu. Aku terpaku seakan jam dinding memandangi ku. Memberikan isyarat bahwa aku tak boleh se rapuh itu. Hatiku seakan berkata bahwa inilah jawaban dari doa-doa ku selama ini.
Tak lama setelah itu......
“aisyah... aisyah... kesini sebentar nak..” ayah memanggilku
“baik yah..” jawabku
Aku pun duduk disamping ibu, dan dengan polosnya ku tundukkan pandanganku. Hingga beberapa menit setelah itu,ku tengadahkan wajahku dan perlahan melirik sosok ikhwan yang berada didepan ku. Dia pun tersenyum kepadaku. Seakan memberi isyarat, aku datang menunaikan janji ku untuk kembali kepadamu. Haru bercampur bahagia ketika mengetahui kenyataan saat itu. Moment yang selama ini aku tunggu-tunggu. Sosok yang selama ini aku nanti, bertahun tahun ku sembunyikan rasa. Bertahun-tahun aku berusaha untuk melupakannya. Ya, ternyata dia adalah Akbar, Akbar yang dulu pernah singgah di hidupku. Dan kutinggalkan cinta salah itu. Lalu memperbaiki diri dan menjalani hari-hari tanpa adanya cinta yang salah. Jodoh itu memang tidak kemana....
Hingga pada hari inii........
“Aisyah, nak... kok malah bengong?” ujar ibu kepada ku...
“iya bu, gak pa bu...”
“begini aisyah, nak akbar ini bermaksud untuk mengkhitbah aisyah.. bagaimana menurut mu nak ? apakah aisyah bersedia?” ujar ibu kepadaku..
Aku terdiam, terpaku, terpana dan ter ter lainnya. Tak mampu ku ungkapkan lewat kata-kata rasanya. Aku gak tau harus berbicara apa. Tidak ada kata yang mampu ku ungkapkan saat itu selain sebuah anggukan. Dengan wajah haru bercampur bahagia aku mengangguk memberikan isyarat kepada ayah dan ibu sekaligus Akbar bahwa aku bersedia.
“Alhamdulillaah.......” ujar ayah
Ibu pun memeluk ku, Ayah pun tersenyum bahagia. Karena ayah memang sudah mengenal Akbar sedari dulu. Menurut ayah Akbar adalah sosok ikhwan yang baik untuk menjadi imamku. Bahkan tanpa ku sadari ternyata ayah dan Akbar sering mengikuti pengajian yang sama. Aku terharu hingga meneteskan air mata bahagia.
Hingga pada hari berbahagia itu, dia menjabat tangan ayah ku, dan dengan seperangkat alat sholat serta lantunan surah Ar-Rahman lengkaplah separuh agama ku. Aku menjadi makmumnya dan dia menjadi imamku. Subhanallah suatu kejutan yang sangat membuat ku terharu dan meneteskan air mata kebahagiaan. Allah tak pernah sia-siakan doa setiap hambanya. Meski sempat berkeluh kesah akan lika-likunya ujian hidup dalam hijrah cintaku. Pada akhirnya semua terlalui, Allah tetap mengijabah segala doaku. Aku mencintai mu imamku. Sosok ikhwan yang luarbiasa dlam hidupku. ~~~
 Kisah cinta yang dulu sempat terhenti, dengan perjalan hijrah yang lika-liku itu, akhirnya di pertemukan di hari yang luar biasa mengharukan. 3 tahun berlalu, kisah hijrah Aisyah. Aisyah pun dipertemukan dengan sosok ikhwan yang luarbiasa. Datang kerumah nya dan langsung mengkhitbah Aisyah. Dengan haru bercampur bahagia, aisyah menerimanya. Bersedia menjadi pendampingnya. Bukan lagi terjebak dalam kisah cinta yang salah. Akbar, ya dialah ikhwan itu. Ikhwan yang diam2 hijrah, dan datang dengan niat baiknya, setelah 3 tahun berlalu. Hijrah aisyah dan Akbar akhirnya mempertemukannya dalam kisah yang luarbiasa.  ~~~~~



UNTUK MU PARA PENGEJAR MIMPI

Kehidupan itu adalah sesuatu yang sulit diprediksi

Rencana yang sudah sedemikian rupa dibuat

Terkadang bisa cacat atau bahkan hancur berantakan

Sebuah angan yang tak tercapai  dan mimpi yang tak tergapai oleh tangan-tangan ini

Cita-cita yang tinggi bahkan menembus mimpi

Terjatuh berulang kali, namun bangkit dan bangkit lagi untuk sebuah mimpi

Berjuang dalam hidup ini dengan pemikiran, hati dan logika

Tetapi hidup itu butuh mimpi

Mimpi yang akan menunjukan arah kehidupan kita

Walau prediksi mimpi itu belum tentu tepat

Selagi mimpi itu sempurna maka bermimpilah setinggi-tinggi mungkin

Tugas kita bukan untuk berhasil

Tugas kita hanyalah untuk mencoba

Karena didalam mencoba disitu kita menemukan dan belajar membangun

Membangun sebuah kesempatan diri untuk berhasil

Dan..

Waktu mengubah semua hal, kecuali kita

Kita mungkin menua dengan berjalannnya waktu

Tetapi belum tentu membijak

Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri

Karena memiliki waktu itu tidak menjadikan kita kaya

Tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan

Dan mimpi besarpun belum tentu tercapai

Karena yang mempunyai mimpi belum tentu bertindak

Dan mimpi itu tetap semu jika tindakan kita tidak nyata

Ingatlah...

Keberhasilan adalah berada didalam alam tindakan

Bukan dialam angan-angan

Jangan pernah sekalipun takut untuk bermimpi

Biarkanlah mimpi itu menuntunmu

Buka mata mu untuk melihat keindahannya

Buka pikiran mu untuk melihat keajaiban

Dan..

Buka hati mu untuk segala kemungkinan

Entah apa hasil di mimpi mu itu

Yakinlah bahwa kamu sudah berusaha untuk perjuangkan mimpi mu itu

Dan jadikan perjalanan untuk meraih mimpimu itu sebagai sebuah proses

Proses dimana kamu belajar menjadi bintang diantara banyak bintang



(JIKA KAMU MULAI JENUH KULIAH)

Jika kamu mulai jenuh kuliah..

Coba kau ingat-ingat lagi,

Betapa banyak pengorbanan,

Yang telah kau persembahkan ?

Coba kau ingat-ingat lagi,

Betapa besar perjuangan,

Yang telah kau lakukan?

Coba kau ingat-ingat lagi...

Bukankah kau memiliki cita-cita yang istimewah ?

Cita-cita yang telah kau rangkai dengan orang tuamu tercinta ?

Kau memiliki tujuan hidup yang hebat

Ingat-ingatlah..

Kau menggenggam harapan orang tua,

Memiliki amanah kepercayaan yang mulia,

Dan pada saat ini kau diberikan kesempatan yang langka..

Bahkan mungkin posisi mu saat ini sangat diinginkan oleh orang lain..

Coba kau ngat-ingat lagi..

Dulu,kau berdoa untuk bisa kuliah..

 Kau berkeinginan untuk duduk di bangku kuliah..

Tanpa memakai seragam sekolah..

Tanpa aturan-aturan disekolah..

Ingat-ingat lagi..

Ayahmu tidak pernah mengeluh mencari nafkah..

Ibumu tak pernah lelah membentang sajadah..

Demi kesuksesan mu..

Demi Kebahagiaan mu..

Lantas, pantaskah engkau mengeluh untuk kuliah ?

Bahkan jenuh melanjutkannya ?

Dan berfikir untuk menyerah ?

Engkau ingat...

Engkau adalah orang hebat..

Tak ada orang hebat yang seperti ini..

Kau yang hebat akan diuji dengan hebat..

Ini hukum semesta yang memang nyata.,

Engkau harus percaya..

Coba kau fikir-fikir lagi..

Tidakkah kau ingin melukis kebahagiaan di wajah penat ayah ibu mu?

Membuat mereka meneteskan air mata ketika melihat kesuksesanmu ?

Membuat mereka bangga?

Tidakkah kau ingin ?

Ingat-ingatlah..

Ayah mu bekerja keras kehujanan dan kepanasan mencari uang..

Untuk membiayai pendidikan mu..

Sedangkan engkau hanya duduk manis dibangku kuliah..

Tak pernah berfikir susahnya mencari uang..

Lalu, pantaskah engkau berkeluh kesah ?

Sedangkan ayah mu tak pernah menyerah..

Coba kau ingat-ingat lagi..

Kau adalah orang yang beruntung..

Di antara milyaran orang-orang yang ingin kuliah..

Engkau tersisip salah satu yang mendapatkan posisi itu..

Jadi, syukurilah..

Semangatlah..

Jangan pernah mengeluh..

Apalagi menyerah..

Hanya karena tugas-tugas kuliah..